widgets
Tampilkan postingan dengan label Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Februari 2015

Korupsi Takkan Pernah Mati


http://poskotanews.com/cms/wp-content/uploads/2014/10/Meme-korupsi.jpg


Pelanggaran sosial yang biasanya membelenggu para elit ini sudah menjadi adat istiadat yang sakral bagi negara ini, Indonesia. Penyelewengan kekuasaan sehingga melakukan korupsi membuat kita gigit jari dan panas hati terhadap mereka yang tak tahu diri. Entah dari mana budaya ini berasal. yang jelas, harus dicegah dan dikurangi dengan berbagai alasan sentimentil.

Kejahatan ini telah membawa Indonesia ke dalam peringkat 10 besar sebagai negara terkorup di dunia. Sungguh memalukan. Indonesia menyimpan begitu banyak kemunafikan tentang hal ini sehingga menutup diri kepada kebaikan. Kejahatan ini tentunya bisa menyerang dan diserang siapa saja. Tak peduli tinggi-rendahnya jabatan dan ekonomi seseorang.

Salah satu faktor yang bisa memicu korupsi adalah kekuasaan. Maksudnya, kekuasaan yang bermanifestasi kepada jabatan yang paling berpengaruh dan enggan untuk diketahui dan digugat. Jabatan yang bisa mengatur apapun dan menjadi leader. Dari sinilah hal itu bermula. Kepandaian seseorang dalam mencari keuntungan mulai dilakukan secara rahasia yang tentunya merupakan delik. Mencuri dana tanpa merasa bersalah.

Keserakahan adalah makanan utama bagi para koruptor. Ketidakpuasan terhdap materi dengan meninggalkan sifat bersyukur inilah yang membuat mereka selalu melihat jenjang derajat yang lebih atas dan mapan darinya. Mata hati yang kurang terang sehingga lama kelamaan menjadikannya gelap, menghitamkan pikiran dan pandangan terhadap sesuatu yang benar. Lalu menjadi sebuah pembenaran dari konsep keserakahan pribadinya. Pembenaran yang ilegal, mencerminkan semakin kuatnya keserakahan sehingga berujung pada korupsi. 

Tahukan dia itu salah ? Tahu, tapi pura-pura tidak tahu. Berkeliaran di sana-sini merasa tak bersalah dengan memanfaatkan anggapan baik orang lain terhadapnya. Seenaknya mengenyangkan perut sendiri maupun orang yang dikehendakinya, dengan harta dan makanan yang berpotensi menjadi jeruji besi yang dikawal polisi. Selama tidak ketahuan, selama itu pula dia melakukannya dengan senang hati walaupun rasa takut menghantui.

Jika kekangan telah dirasa, koruptor mulai mengalihkan pandangannya. Berusaha melaksanakan teknik melarikan diri. Aroma para aparat yang mengintai, membuatnya semakin gelisah hati dan pikiran. Keringat yang mengucur karena berusaha kabur sekaligus tidak jujur. Ibarat nasi sudah menjadi lontong, meminta tolong namun sudah tak dipercaya karena berbohong.

Kerja sama segenap elemen masyarakat dengan pengaruh regulasi yang menakutkan tanpa ampun, membuat mereka tak akan coba-coba korupsi. Keberanian dalam mengungkapkan kejahatan harus didasari dengan iman dan bukti yang kuat. Kesadaran harus ditanamkan tentang arti pencurian dan konsekuensinya. Berdasi anmun berisi dengan hal-hal keji yang membuat orang lain risih. Kesadaran pribadi tiu perlu, namun kalau sudah begini, pihak yang berwenang harus menang dalam menegakkan tiang pencegah korupsi yang semakin berwenang. Korupsi takkan pernah mati bila kita tak bermuhasabah diri. 



Rantauprapat, 8 Januari 2015

Penulis :

Baslan Syahputra

Minggu, 25 Januari 2015

Cinta dan Petualanganku

Awalnya, kekuatan cinta yang begitu murni dengan segala keindahannya, menghampiri bak permata yang tiba-tiba jatuh di depan mata. Kutemukan yang selama ini kucari dengan harapan yang besar. Tak ayal, panorama setiap jengkal cinta yang masuk merasuki, membuatku sadar bahwa cinta itu datang dengan sendirinya walaupun tanpa prasangka dan dugaan. Semua berjalan seperti biasa. Melewati setiap lorong waktu dan labirin kepura-puraan hati untuk menyembunyikan.

Perjalanan dan petualangan cinta mulai berjalan. Kutatap dengan tulus apa yang terbersit di hati membuatku tak bisa melupakanmu. Tidak sekarang atau nanti. Namun, hidup yang berdampingan dengan cinta harus memiliki masalah. Pilihan akan sebuah masalah menentukan jalan keluar yang selama ini diharapkan. Teka-teki cinta yang kubuat dalam sejarah akan mengungkapkannya sekarang.

Daun membisu ketika sang bayu menyapa dengan lembut. Cintanya memang tak akan pernah dibalas oleh sang daun. Diam seribu makna. Bisu tak kenal bahasa. Menimbulkan gejolak keraguan dalam hati, bahwa "Benarkah kau mencintaiku ?" Semua dijawab dengan senyuman. "Tidak," Katanya. harapan itu pun luruh dengan sendirinya. "Aku mengerti," Jawabnya. Lalu sang bayu menyingkir tak berkata-apa-apa.

Semakin lama, cinta yang sudah menguat, mulai terpendam lagi seperti sedia kala, kerontang. Tak berisi dan ingin diisi dengan cinta dan kasih sayang tulus dari penantian orang yang disayang. Perbedaan yang bisa ditolerir menurut satu sisi, mungkin hanya menjadi memori belaka bahwa tak semua cinta akan bermuara kepada yang dicinta. Aku tahu semua itu. Oleh, karena itu, aku mencoba untuk mundur sejengkal demi sejengkal darimu. Melupakan rasa cinta dan menggantinya dengan rasa suka terhadap seorang teman. Pilihan ini tentu sudah kulakukan. Isu yang tercemar tentangku dulu, yang membuatku sakit hati dan emosi, harus kutanam dalam-dalam hingga terlupakan. Kujawab dengan senyuman walaupun dalam hinaan.

Sejak itu, kuputuskan kau dengan bismillah, berharap kau bisa mendapat yang lebih baik tentunya. Semua cinta yang pernah singgah di hatiku, takkan kubiarkan liar mengganas yang bisa membutakan mata. Prinsip hidup yang saat ini masih kupegang adalah prinsip yang dulu pernah kukatakan padamu tentang jodoh dan kesungguhanku. Selamanya akan tetap begitu. Pendidikan, Ta'arruf, Wife, Gold Planning adalah serangkaian kata kunci yang menjadi pedomanku.

Aku masih memahami hakikat opini maupun takdir tetap sang Illahi. Jodoh yang baik akan datang dengan sendirinya selama aku bisa baik, dan sebaliknya. Pengalaman cinta yang terjadi inilah yang membuatku bisa merasakan cinta untuk pertama kali walaupun banyak masalah yang menghadang dengan terpaan fitnah, dugaan maniak dan tergila-gila dengan cinta. Aku bersyukur memiliki pengalaman ini.

Aku adalah apa yang kupikirkan. Namun terkadang yang orang lain pikirkan tentangku adalah hal yang sama sekali tak ada sangkut pautnya. Selalu wrong answer. Mencoba menjelaskan namun disangka yang tidak-tidak. Ibuku selalu menasihatiku bahwa biarlah orang lain yang berbuat jahat kepada kita, asalkan jangan kita yang berbuat jahat kepadanya. Ini mungkin klise, namun inilah yang selalu tertanam di hati dan pikiranku bahwa hidupku harus diliputi kebaikan.

Aku ingin mengucapkan terima kasih atas cinta yang mungkin tak ada di hatimu tentangku. Demokrasi pemikiran yang selalu menggangguku bercerita kepad sukma bahwa aku bukanlah apa-apa. Kau sudah ada yang punya, dan menurutku kepunyaan yang sakral. Aku masih mengingat fitnah yang tak pernah kulakukan yang masuk ke telingaku membuat aku terus dikejar-kejar pertanyaan dan ocehan dari orang yang mengetahuinya. Sedih ? Kesal ? Awalnya. Namun, senyuman membuatku kuat. Dan satu lagi, kau adalah salah satu orang yang kusayangi.

Banyak yang bilang aku orang yang terlalu demokrasi dengan cinta. Maksudnya ? Selalu mengedepankan opini bahwa setiap orang boleh memiliki orang lain asalkan cinta menaungi mereka. Aku tahu kau sudah ada yang punya. Karena itu, aku mengundurkan diri dari pertarungan itu. Melihat mereka yang lebih sempurna, aku menjauh.

Berjanji untuk menikahi adalah ibadah. Untuk diri sendiri, ibadah seperti itu harus didahulukan. Karena dalam soal ibadah kepada Allah, harus mendahulukan diri sendiri daripada orang lain. Namun, tidak denganku. Aku lebih suka mendatangi wanita yang kucintai dengan menggandeng orangtuaku untuk melamar wanita itu. THAT'S IT. Aku berprinsip bahwa demokrasi cinta harus ditegakkan. Aku tidak mau melakukan BOOKING-an karena menurutku bisa saja aku bukan jodohnya. Biarlah pria yang lebih siap dan sempurna yang akan meminangmu terlebih dahulu. Dan jika itu terjadi, aku bisa tersenyum lega, karena kau mendapatkan seseorang yang bisa membuatmu bahagia. That's it.

Aku bersyukur kita dipertemukan dalam satu atap. Saling mengetahui sifat masing-masing walaupun hanya beberapa saat saja. Itu sudah cukup bagiku untuk berkenalan dengan salah satu orang yang kusayangi. Walaupun kita tak saling bicara, kita masih  berteman. Aku tak mau mencari gara-gara denganmu, dan tak mau membuat orang lain berpikiran cinta antara kau dan aku. Aku muak dengan ocehan mereka tentang kau dan aku. Aku lebih memilih diam dan menahan emosiku yang membuatku panas hati. Itu yang bisa kulakukan. Maaf, aku mungkin jarang bicara denganmu. THANKS TO YOU. Dan satu lagi, aku tak akan melakukan apa yang kau khawatirkan. Aku takkan datang melamarmu, karena aku tahu aku tak akan diterima. Aku sangat paham dengan keadaanmu saat ini. Dengan ini, kau bisa tahu bagaimana yang sebenarnya.