Oleh : XII IPS 1 T.A. 2014/2015 SMA Negeri 2 Rantau Utara
Dibacakan : Nurale
Dari pasir panjang yang bertebaran dari segala penjuru arah
Menyapa angin yang membuat kita bersatu
Ingatkah kalian ketika mata pertama tak saling mengenal ?
Awalnya tak satu pun ada rasa yang terkenang
Tak satupun ada cinta yang menaungi
Hanya bisu yang menghalangi lidah yang keluh
Tak berani menyapa dan tak ada yang menyapa
Hanya keheninganmurni yang hinggapi hati
Sampai sebuah nama pahlawan diubah menjadi nama kelas
Tutur yang terucap hanya sekedar gurauan semata
Saling mengenal nama namun bukan cerita
Mencoba menyayangi dan mengubahnya menjadi cinta
Cinta yang tulus, sepenuh hati, tanpa berbelas kasih
Saling memahami sifat
Tersadar tak ada yang buruk
Bukan saling membenci tapi hanya tak saling mengerti
Berbagai ocehan yang terkadang membuat panas hati
Membuat rasa marah menyeringai merah
Ada yang terdiam
Ada yang tak mau diam
Hitam dan putih bercampur rapi
Seperti pelangi indah yang menyapa embun
Dengan berbagai warna yang mempesona
Waktu memang tak akan berputar ulang
Tak akan memberi kesempatan yang sama
Teman yang mulai menemani hari
Mengisi hati dengan cinta dan kasih
Kenangan yang membuat kita tertawa
Dalam sepi atau duduk menyapa hati
Dengan kehangatan bahwa kita adalah KELUARGA
Ya, KELUARGA
Berastagi, 17 April 2015
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Minggu, 19 April 2015
Sabtu, 14 Maret 2015
Cinta di Ujung Salju
Oleh : Baslan Syahputra
Bening putih mendinginkan malam
Saat ku tatap penuh pesona
Payung hitam mewarnai temaram cahaya
Di balik pohon yang berawan putih
Duduk menyamping menanti
Kesedihan menemani di kala ingin menangis
Menatap kosong tanpa berbelas kasih
Perlahan sang bayu menerpanya
Hujan salju menjadi pertanda
Cinta menanti untuk setia
Pekat malam menyaksikan semua
Begitu juga aku, terpaku pada cinta
Kasih sayang di depan mata
Namun hati tak mampu berkhutbah
Menaungi bibir tanpa berucap
Ku beranjak penuh harap
Membuka pintu tanpa menutup hati
Kuhampiri tanpa sepatah kata
Kursi menebal menyapa sukma
Berlinang air mata
Bisu namun bermakna
Yakin, setia
Cinta dan harmoni
Akan menghampiri
di kegelapan malam
Pada keindahan senja
Di balik hujan mengguyur setiap jengkal
Di ujung salju
Rantauprapat, 14 Maret 2015
Bening putih mendinginkan malam
Saat ku tatap penuh pesona
Payung hitam mewarnai temaram cahaya
Di balik pohon yang berawan putih
Duduk menyamping menanti
Kesedihan menemani di kala ingin menangis
Menatap kosong tanpa berbelas kasih
Perlahan sang bayu menerpanya
Hujan salju menjadi pertanda
Cinta menanti untuk setia
Pekat malam menyaksikan semua
Begitu juga aku, terpaku pada cinta
Kasih sayang di depan mata
Namun hati tak mampu berkhutbah
Menaungi bibir tanpa berucap
Ku beranjak penuh harap
Membuka pintu tanpa menutup hati
Kuhampiri tanpa sepatah kata
Kursi menebal menyapa sukma
Berlinang air mata
Bisu namun bermakna
Yakin, setia
Cinta dan harmoni
Akan menghampiri
di kegelapan malam
Pada keindahan senja
Di balik hujan mengguyur setiap jengkal
Di ujung salju
Rantauprapat, 14 Maret 2015
Minggu, 25 Januari 2015
Wanita Cahaya
Permata hati tak pernah tampak
Lambaian jilbab yang menarik cinta
terkesan dan terpesona
Cahaya dari sang wanita surga
Kudalami dan kuperhatikan
Senyum pertama dari seorang maya di dunia
Indah permata sejuta kilauan
Tak bisa kubayangkan tentang dirimu
Cinta menghampiri
Tak pasti atau tak berbelas kasih
Aku tak tahu dengan ini
Mengagumimu walaupun hanya kenalan abstrak
Rangkaian lembut dari mulut manismu
Selalu bisa membuatku tersenyum
Selalu ingin bersamamu
Namun jarak dan waktulah yang memisahkan
Hati kita yang terhubung cinta
Kilauan indah dirimu semakin kuat
Membuat silau hatiku karena kecantikanmu
Membuatku terperosok dalam lautan asmara
Sakti bergelora dalam sukma
Aku ingin bersamamu
Namun aku tak sangggup
Mungkin kau menganggapku bukan apa-apa
Tapi aku menganggapmu
Wanita cahaya
Karya Baslan Syahputra
Nama kita berdua : BASYARA
Lambaian jilbab yang menarik cinta
terkesan dan terpesona
Cahaya dari sang wanita surga
Kudalami dan kuperhatikan
Senyum pertama dari seorang maya di dunia
Indah permata sejuta kilauan
Tak bisa kubayangkan tentang dirimu
Cinta menghampiri
Tak pasti atau tak berbelas kasih
Aku tak tahu dengan ini
Mengagumimu walaupun hanya kenalan abstrak
Rangkaian lembut dari mulut manismu
Selalu bisa membuatku tersenyum
Selalu ingin bersamamu
Namun jarak dan waktulah yang memisahkan
Hati kita yang terhubung cinta
Kilauan indah dirimu semakin kuat
Membuat silau hatiku karena kecantikanmu
Membuatku terperosok dalam lautan asmara
Sakti bergelora dalam sukma
Aku ingin bersamamu
Namun aku tak sangggup
Mungkin kau menganggapku bukan apa-apa
Tapi aku menganggapmu
Wanita cahaya
Karya Baslan Syahputra
Nama kita berdua : BASYARA
Cinta dan Petualanganku
Awalnya, kekuatan cinta yang begitu murni dengan segala keindahannya, menghampiri bak permata yang tiba-tiba jatuh di depan mata. Kutemukan yang selama ini kucari dengan harapan yang besar. Tak ayal, panorama setiap jengkal cinta yang masuk merasuki, membuatku sadar bahwa cinta itu datang dengan sendirinya walaupun tanpa prasangka dan dugaan. Semua berjalan seperti biasa. Melewati setiap lorong waktu dan labirin kepura-puraan hati untuk menyembunyikan.
Perjalanan dan petualangan cinta mulai berjalan. Kutatap dengan tulus apa yang terbersit di hati membuatku tak bisa melupakanmu. Tidak sekarang atau nanti. Namun, hidup yang berdampingan dengan cinta harus memiliki masalah. Pilihan akan sebuah masalah menentukan jalan keluar yang selama ini diharapkan. Teka-teki cinta yang kubuat dalam sejarah akan mengungkapkannya sekarang.
Daun membisu ketika sang bayu menyapa dengan lembut. Cintanya memang tak akan pernah dibalas oleh sang daun. Diam seribu makna. Bisu tak kenal bahasa. Menimbulkan gejolak keraguan dalam hati, bahwa "Benarkah kau mencintaiku ?" Semua dijawab dengan senyuman. "Tidak," Katanya. harapan itu pun luruh dengan sendirinya. "Aku mengerti," Jawabnya. Lalu sang bayu menyingkir tak berkata-apa-apa.
Semakin lama, cinta yang sudah menguat, mulai terpendam lagi seperti sedia kala, kerontang. Tak berisi dan ingin diisi dengan cinta dan kasih sayang tulus dari penantian orang yang disayang. Perbedaan yang bisa ditolerir menurut satu sisi, mungkin hanya menjadi memori belaka bahwa tak semua cinta akan bermuara kepada yang dicinta. Aku tahu semua itu. Oleh, karena itu, aku mencoba untuk mundur sejengkal demi sejengkal darimu. Melupakan rasa cinta dan menggantinya dengan rasa suka terhadap seorang teman. Pilihan ini tentu sudah kulakukan. Isu yang tercemar tentangku dulu, yang membuatku sakit hati dan emosi, harus kutanam dalam-dalam hingga terlupakan. Kujawab dengan senyuman walaupun dalam hinaan.
Sejak itu, kuputuskan kau dengan bismillah, berharap kau bisa mendapat yang lebih baik tentunya. Semua cinta yang pernah singgah di hatiku, takkan kubiarkan liar mengganas yang bisa membutakan mata. Prinsip hidup yang saat ini masih kupegang adalah prinsip yang dulu pernah kukatakan padamu tentang jodoh dan kesungguhanku. Selamanya akan tetap begitu. Pendidikan, Ta'arruf, Wife, Gold Planning adalah serangkaian kata kunci yang menjadi pedomanku.
Aku masih memahami hakikat opini maupun takdir tetap sang Illahi. Jodoh yang baik akan datang dengan sendirinya selama aku bisa baik, dan sebaliknya. Pengalaman cinta yang terjadi inilah yang membuatku bisa merasakan cinta untuk pertama kali walaupun banyak masalah yang menghadang dengan terpaan fitnah, dugaan maniak dan tergila-gila dengan cinta. Aku bersyukur memiliki pengalaman ini.
Aku adalah apa yang kupikirkan. Namun terkadang yang orang lain pikirkan tentangku adalah hal yang sama sekali tak ada sangkut pautnya. Selalu wrong answer. Mencoba menjelaskan namun disangka yang tidak-tidak. Ibuku selalu menasihatiku bahwa biarlah orang lain yang berbuat jahat kepada kita, asalkan jangan kita yang berbuat jahat kepadanya. Ini mungkin klise, namun inilah yang selalu tertanam di hati dan pikiranku bahwa hidupku harus diliputi kebaikan.
Aku ingin mengucapkan terima kasih atas cinta yang mungkin tak ada di hatimu tentangku. Demokrasi pemikiran yang selalu menggangguku bercerita kepad sukma bahwa aku bukanlah apa-apa. Kau sudah ada yang punya, dan menurutku kepunyaan yang sakral. Aku masih mengingat fitnah yang tak pernah kulakukan yang masuk ke telingaku membuat aku terus dikejar-kejar pertanyaan dan ocehan dari orang yang mengetahuinya. Sedih ? Kesal ? Awalnya. Namun, senyuman membuatku kuat. Dan satu lagi, kau adalah salah satu orang yang kusayangi.
Banyak yang bilang aku orang yang terlalu demokrasi dengan cinta. Maksudnya ? Selalu mengedepankan opini bahwa setiap orang boleh memiliki orang lain asalkan cinta menaungi mereka. Aku tahu kau sudah ada yang punya. Karena itu, aku mengundurkan diri dari pertarungan itu. Melihat mereka yang lebih sempurna, aku menjauh.
Berjanji untuk menikahi adalah ibadah. Untuk diri sendiri, ibadah seperti itu harus didahulukan. Karena dalam soal ibadah kepada Allah, harus mendahulukan diri sendiri daripada orang lain. Namun, tidak denganku. Aku lebih suka mendatangi wanita yang kucintai dengan menggandeng orangtuaku untuk melamar wanita itu. THAT'S IT. Aku berprinsip bahwa demokrasi cinta harus ditegakkan. Aku tidak mau melakukan BOOKING-an karena menurutku bisa saja aku bukan jodohnya. Biarlah pria yang lebih siap dan sempurna yang akan meminangmu terlebih dahulu. Dan jika itu terjadi, aku bisa tersenyum lega, karena kau mendapatkan seseorang yang bisa membuatmu bahagia. That's it.
Aku bersyukur kita dipertemukan dalam satu atap. Saling mengetahui sifat masing-masing walaupun hanya beberapa saat saja. Itu sudah cukup bagiku untuk berkenalan dengan salah satu orang yang kusayangi. Walaupun kita tak saling bicara, kita masih berteman. Aku tak mau mencari gara-gara denganmu, dan tak mau membuat orang lain berpikiran cinta antara kau dan aku. Aku muak dengan ocehan mereka tentang kau dan aku. Aku lebih memilih diam dan menahan emosiku yang membuatku panas hati. Itu yang bisa kulakukan. Maaf, aku mungkin jarang bicara denganmu. THANKS TO YOU. Dan satu lagi, aku tak akan melakukan apa yang kau khawatirkan. Aku takkan datang melamarmu, karena aku tahu aku tak akan diterima. Aku sangat paham dengan keadaanmu saat ini. Dengan ini, kau bisa tahu bagaimana yang sebenarnya.
Perjalanan dan petualangan cinta mulai berjalan. Kutatap dengan tulus apa yang terbersit di hati membuatku tak bisa melupakanmu. Tidak sekarang atau nanti. Namun, hidup yang berdampingan dengan cinta harus memiliki masalah. Pilihan akan sebuah masalah menentukan jalan keluar yang selama ini diharapkan. Teka-teki cinta yang kubuat dalam sejarah akan mengungkapkannya sekarang.
Daun membisu ketika sang bayu menyapa dengan lembut. Cintanya memang tak akan pernah dibalas oleh sang daun. Diam seribu makna. Bisu tak kenal bahasa. Menimbulkan gejolak keraguan dalam hati, bahwa "Benarkah kau mencintaiku ?" Semua dijawab dengan senyuman. "Tidak," Katanya. harapan itu pun luruh dengan sendirinya. "Aku mengerti," Jawabnya. Lalu sang bayu menyingkir tak berkata-apa-apa.
Semakin lama, cinta yang sudah menguat, mulai terpendam lagi seperti sedia kala, kerontang. Tak berisi dan ingin diisi dengan cinta dan kasih sayang tulus dari penantian orang yang disayang. Perbedaan yang bisa ditolerir menurut satu sisi, mungkin hanya menjadi memori belaka bahwa tak semua cinta akan bermuara kepada yang dicinta. Aku tahu semua itu. Oleh, karena itu, aku mencoba untuk mundur sejengkal demi sejengkal darimu. Melupakan rasa cinta dan menggantinya dengan rasa suka terhadap seorang teman. Pilihan ini tentu sudah kulakukan. Isu yang tercemar tentangku dulu, yang membuatku sakit hati dan emosi, harus kutanam dalam-dalam hingga terlupakan. Kujawab dengan senyuman walaupun dalam hinaan.
Sejak itu, kuputuskan kau dengan bismillah, berharap kau bisa mendapat yang lebih baik tentunya. Semua cinta yang pernah singgah di hatiku, takkan kubiarkan liar mengganas yang bisa membutakan mata. Prinsip hidup yang saat ini masih kupegang adalah prinsip yang dulu pernah kukatakan padamu tentang jodoh dan kesungguhanku. Selamanya akan tetap begitu. Pendidikan, Ta'arruf, Wife, Gold Planning adalah serangkaian kata kunci yang menjadi pedomanku.
Aku masih memahami hakikat opini maupun takdir tetap sang Illahi. Jodoh yang baik akan datang dengan sendirinya selama aku bisa baik, dan sebaliknya. Pengalaman cinta yang terjadi inilah yang membuatku bisa merasakan cinta untuk pertama kali walaupun banyak masalah yang menghadang dengan terpaan fitnah, dugaan maniak dan tergila-gila dengan cinta. Aku bersyukur memiliki pengalaman ini.
Aku adalah apa yang kupikirkan. Namun terkadang yang orang lain pikirkan tentangku adalah hal yang sama sekali tak ada sangkut pautnya. Selalu wrong answer. Mencoba menjelaskan namun disangka yang tidak-tidak. Ibuku selalu menasihatiku bahwa biarlah orang lain yang berbuat jahat kepada kita, asalkan jangan kita yang berbuat jahat kepadanya. Ini mungkin klise, namun inilah yang selalu tertanam di hati dan pikiranku bahwa hidupku harus diliputi kebaikan.
Aku ingin mengucapkan terima kasih atas cinta yang mungkin tak ada di hatimu tentangku. Demokrasi pemikiran yang selalu menggangguku bercerita kepad sukma bahwa aku bukanlah apa-apa. Kau sudah ada yang punya, dan menurutku kepunyaan yang sakral. Aku masih mengingat fitnah yang tak pernah kulakukan yang masuk ke telingaku membuat aku terus dikejar-kejar pertanyaan dan ocehan dari orang yang mengetahuinya. Sedih ? Kesal ? Awalnya. Namun, senyuman membuatku kuat. Dan satu lagi, kau adalah salah satu orang yang kusayangi.
Banyak yang bilang aku orang yang terlalu demokrasi dengan cinta. Maksudnya ? Selalu mengedepankan opini bahwa setiap orang boleh memiliki orang lain asalkan cinta menaungi mereka. Aku tahu kau sudah ada yang punya. Karena itu, aku mengundurkan diri dari pertarungan itu. Melihat mereka yang lebih sempurna, aku menjauh.
Berjanji untuk menikahi adalah ibadah. Untuk diri sendiri, ibadah seperti itu harus didahulukan. Karena dalam soal ibadah kepada Allah, harus mendahulukan diri sendiri daripada orang lain. Namun, tidak denganku. Aku lebih suka mendatangi wanita yang kucintai dengan menggandeng orangtuaku untuk melamar wanita itu. THAT'S IT. Aku berprinsip bahwa demokrasi cinta harus ditegakkan. Aku tidak mau melakukan BOOKING-an karena menurutku bisa saja aku bukan jodohnya. Biarlah pria yang lebih siap dan sempurna yang akan meminangmu terlebih dahulu. Dan jika itu terjadi, aku bisa tersenyum lega, karena kau mendapatkan seseorang yang bisa membuatmu bahagia. That's it.
Aku bersyukur kita dipertemukan dalam satu atap. Saling mengetahui sifat masing-masing walaupun hanya beberapa saat saja. Itu sudah cukup bagiku untuk berkenalan dengan salah satu orang yang kusayangi. Walaupun kita tak saling bicara, kita masih berteman. Aku tak mau mencari gara-gara denganmu, dan tak mau membuat orang lain berpikiran cinta antara kau dan aku. Aku muak dengan ocehan mereka tentang kau dan aku. Aku lebih memilih diam dan menahan emosiku yang membuatku panas hati. Itu yang bisa kulakukan. Maaf, aku mungkin jarang bicara denganmu. THANKS TO YOU. Dan satu lagi, aku tak akan melakukan apa yang kau khawatirkan. Aku takkan datang melamarmu, karena aku tahu aku tak akan diterima. Aku sangat paham dengan keadaanmu saat ini. Dengan ini, kau bisa tahu bagaimana yang sebenarnya.
Selasa, 17 Juni 2014
Ada apa dengan cinta ?*bukan lagu ya*. Gak boleh memangnya ? Boleh, tapi lihat tempatnya. Masak yang udah mau dilamar orang, awak samber juga. khan gak etis. Kasihanlah dia. udah cape-capek nunggu, malah gak jadi. Waduh...kalo sampe itu yang terjadi, saya pun gak bisa bayangkan bagaimana sedihnya.
Yang itu sebagai pembukaan aja, biar gak bosan. Oke..kita masuk ke intinya.
Cinta terkadang membuat orang lupa akan kehidupan yang nyata. Mau dia ada di dunia maya, bahkan kalo udah kecantol yang namanya "CINTA", pasti buta deh semua. Tapi gak semua juga orang buta sama cinta walaupun sebenarnya cinta itu buta.
Berawal dari kenalan biasa, sampe menyambung ke hal-hal yang luar biasa jauhnya *gak kebayangkan*. Hey, kita ini hidup di dunia nyata, bukan dunia maya. Harusnya lebih realistis dan rasional *o iya ya, orang sepertimu tak akan bisa realistis dan rasional. Lupa saya*
Kalau sudah begini, saya sebagai teman *ingat !! HANYA TEMAN* cuma bisa menyarankan lakukan aja yang menurutmu benar. Toh udah dapet restu kan ? tunggu apalagi ? pasti nunggu waktu itu tiba kan ? Saya turut senang.
Kenapa ya kalo saya ngingat masalah ini, saya teringat film "KETIKA CINTA BERTASBIH" di bagian cinta-cintanya. Nikah sama orang yang duluan mengkhitbah tapi akhirnya dia sama orang lain. Waduh...mudah-mudahan aja situasimu nanti gak gitu ya. Saya kan mendoakan yang terbaik untukmu *kayaknya saya udah jadi fasilitator ya..wkwkwk*
Lalu, ada saatnya nanti kau disibukkan dengan suatu topik di saat kita berseragam yang membuatmu antusias untuk mempelajarinya. Aku tak tahu apakah ini benar nantinya atau tidak. kita liat aja nanti.
Ada lagi pikiran "GILA" ku bahwa suatu saat nanti, kita akan bertemu di bis entah mau kemana. *GILA*. entahlah, kok bisa aku kepikiran gitu ya...*heran. Lalu ada saatnya nanti kau lebih aktif berbicara padaku dari dunia maya maupun nyata membicarakan masalah masa depan *waduh, ini lebih GILA lagi.* pikiran itu secara sepintas aja muncul di kepalaku. Aneh memang.
Dan satu hal lagi. Ada saatnya kita akan berpapasan berduaan namun tak saling bicara. kenapa gitu ya ? dan kenapa selalu itu yang terjadi ?. Secara tak sengaja, mata kita terkadang saling bertautan. Tapi tak usah dipikirkan. toh kita akan selalu jadi teman kan ? dan tak akan lebih dari itu. Sekarang sudah biasa saja semuanya. Saya sudah mengonsepkan diri untuk berteman denganmu *kan memang itu yang kulakukan dari dulu*, tidak lebih dari itu. So kita sudah tidak punya urusan lagi. kita hanya teman untuk setahun lagi. Saya sudah berpikiran bahwa "KAU BUKAN UNTUKKU DAN AKU BUKAN UNTUKMU". Itu sih logikanya. Masak saya harus suka sama emak2. Kan gak etis ?
*Enggak, bukan..cuma BECANDA kok, ntar ad yang marah lagi wkwkwk
Kamis, 29 Mei 2014
Sayap Terakhir
Senyum itu menggetarkan dedaunan hati yang sedang tidak ada pada perantauannya
walaupun tak seindah sinar purnama yang jatuh pada stiap jengkal tanah di depan rumahku
tak pantas rasanya tenggelam ke arus cintamu
berat, sangat berat buatku menepi
dari pelabuhan cinta di tepian sungai asmara
Sadar dan terdiam
hanya itu yang menemani setiap jerit di hati
menginginkan tak kesunyian
mengelabui hingga semakin dalam
Membuka lembar baru kehidupan
bersih dan kerontang akan hadirmu
tak bisa kuterpikat olehmu
lagi...
Ketidaksempurnaanku, aku tahu
baik atau bahkan lebih baik, akan selalu mengincarmu
orang yang memang menyanyangimu
batiniah hati berakar suci
Kupu telah keluar dari istananya
awal baru telah kujejaki
setiap inchi sungai hati telah kuarungi
cinta yang dulu berulah
telah kubuang bersama kenangan manis yang mengelabui
mungkin saatnya kita menjadi lebih baik
hanya dengan berteman saja
aku akan kembali pada tanah kokoh ini
tanpamu...
Baslan Syahputra
S.a.H
Sabtu, 24 Mei 2014
LMS 4 U
Memang masalah tak selalu mengalah dalam mewarnai kehidupan. Berat, sangat berat bahkan ringan menurut pemikiran kita pasti bisa diatasi selama kita mau. Pemikiran tentang kehidupan harus selalu terbuka demi tercapainya keberhasilan definisi kebenaran itu. Namun, juga harus bisa dipilah dengan idealisme sendiri maupun orang lain sehingga menjadi suatu kekuatan untuk bertahan. Itulah yang saat ini kutanamkan dalam diriku dengan masalah yang kuhadapi. Masalah hati. Cinta kepada seseorang yang..eee.ee..akh terlalu rumit untuk dijelaskan. Bukan hanya klise semata. Namun, permasalahan baru yang terpadu dari jenis amalgamasi yang baru. Ya, cinta. Memang hati tak bisa berbohong walaupun sebenarnya ingin. It's so complicated. Perlahan rasa cinta bisa kuhapuskan walaupun harus menempuh jalan yang kurang baik menurutku bahkan menurut orang lain, yaitu dengan tak memperdulikan walaupun hanya sekedar teman. Yang membuatku kuat untuk melupakanmu adalah perkataan yang memang menyuruhku melupakanmu secara tidak langsung, tapi aku tahu maksudnya. Semenjak itulah aku sudah mengambil ancang-ancang untuk melakukan titahmu tuan putriku.
Mudah bagiku untuk melupakan seseorang apalagi perasaanku terhadapmu karena titah tersebut. Aku tak mungkin "merenggut kebahagiaanmu" hanya karena egoku semata. Gila. Pikiranku sudah tertanam tekad dan misi bahwa hatiku harus beku terhadapmu dan juga sebaliknya. Menjauhkan diri dari yang berhubungan denganmu adalah sebuah tutorial dari buku kehidupanku yang harus kulakukan. Untuk saat ini itu masih kulakukan.
Masalah perasaanku terhadapmu gak usah dibahas lagi.The End, Game Over, apapun istilahnya aku tak peduli lagi. Mungkin lebih dari sekedar MOVE ON. Kalaupun ada saat dimana kita saling duduk di dalam suatu kejadian, itu hanya kebetulan semata dan hanya profesionalisme dalam kerja karena sekolah bagiku adalah tempat kerja. Aku tak akan mengharapkanmu lagi. Buat apa. Tak akan bisa. Itu hanya akan membuang-buang waktu. Lagipula "masih banyak ikan di laut, dedaunan masih lebatnya di pepohonan itu, dan dunia tidaklah selebar daun kelor." KEEP MOVING FORWARD.
Aku tahu kamu anak yang baik. Punya orang-orang yang baik pula, termasuk temanmu. Sebaiknya apapun yang dinasihati temanmu renungkan baik-baik. Teman yang baik akan selalu mengingatkan yang baik. Bukan untuk menakut-nakuti. Dia hanya tidak mau kau tersakiti nantinya. Sebenarnya aku juga berpikiran seperti itu. Tapi ini adalah keputusanmu. Kamu pasti tahu apa yang terbaik untukmu. Aku sih mendukung-dukung aja selama itu hal positif. Tapi sekali lagi kuingatkan, INI ADALAH KEPUTUSANMU.
Lakukanlah apapun yang ingin kau lakukan. Jika kalian ada masalah, segera bicarakan baik-baik. Tak saling paham dan mengerti memang wajar-wajar saja. Yang terpenting bagaimana sikap kita dalam menanggapi hal yang demikian. BE STRONG, aku tahu kamu wanita kuat. Disini kami mendukung dan mendoakanmu apapun jalan yang kau pilih. Lagipula jika lelaki sudah serius seperti itu, tentunya dia gak main2. Mungkin dia akan berusaha untuk menepatinya. Walaupun bisa dibilang tak sengaja perkenalannya, itu sudah tak menjadi urusanku. Memang bukan. Satu hal yang paling penting yang ingin kuingatkan kepadamu walaupun sebenarnya kau sudah tahu adalah stay istiqomah dengan apapun yang kau pilih selama itu baik, dengan menjadikan dirimu sebaik-baiknya wanita pendamping suamimu kelak,dan menjadi ibu yang baik bagi anak "kembar"mu kelak. Semoga kalian selalu diberkahi oleh ALLAH SWT serta tetaplah menjadi wanita yang cantik lahir maupun batin. OKE !!!
Note : Mungkin kau heran kenapa aku tahu. Samalah aku juga heran kenapa aku tahu. Percaya atau tidak, yang kutulis ini memang benar adanya dan ditulis dari tinta emas yang berasal dari kata hatiku yang murni.
Dari temanmu
Baslan Syahputra
S.a.H
Minggu, 11 Mei 2014
Pupus Harapan
Untuk sekian kalinya aku berharap..
Kau adalah yang terakhir untukku..
Namun harapku tetap jadi gelap..
Karna tak ada harapan darimu..
Aku mencintaimu kebih dari yang kau tau..
Namun cintaku tak pernah terlihat jelas dimatamu..
Dan untuk mengakhiri cinta ini yg kita padu..
Sungguh aku tak mampu..
Pernah ku coba tuk menghapus harapan..
Namun tak juga bisa aku lupakan..
Ketika waktu telah berlalu..
Harapan berubah jadi angan-anganku..
Entah dengan apa yang bisa harus ku hapus..
Jika hadirmu di hari-hariku tak pernah pupus..
Namun aku mengerti dirimu..
Seperti aku mengerti cinta ini..
Yg tak seharusnya meminta lebih darimu..
Dan ku coba tuk terima semua ini..
Kau adalah yang terakhir untukku..
Namun harapku tetap jadi gelap..
Karna tak ada harapan darimu..
Aku mencintaimu kebih dari yang kau tau..
Namun cintaku tak pernah terlihat jelas dimatamu..
Dan untuk mengakhiri cinta ini yg kita padu..
Sungguh aku tak mampu..
Pernah ku coba tuk menghapus harapan..
Namun tak juga bisa aku lupakan..
Ketika waktu telah berlalu..
Harapan berubah jadi angan-anganku..
Entah dengan apa yang bisa harus ku hapus..
Jika hadirmu di hari-hariku tak pernah pupus..
Namun aku mengerti dirimu..
Seperti aku mengerti cinta ini..
Yg tak seharusnya meminta lebih darimu..
Dan ku coba tuk terima semua ini..
By:
Penyair: Iringan Bayu Senja
Penyair: Iringan Bayu Senja
kumpulanpuisicintalove.blogspot.com
S.a.H
Kamis, 08 Mei 2014
Memori Berkasih
Assalamu'alaikum
Bicara tentang kenangan cinta masa SMA memang tak ada habisnya. Siang malam pasti akan terpikirkan walaupun sejenak. Seperti diriku yang telah dilanda cinta. Membawa khayalku ke alam "ghaib" yang tak akan bisa dimasuki oleh orang lain.
kisah ini bermula ketika saya berdiri..eh, duduk maksudnya di kelas XI. Ketika itu, karena banyak teman baru yang "notabene" belum kukenal hadir dalam satu kelas di IPS. Mungkin karena belum kenal, makanya tak sayang. Ya seperti itulah aku saat itu.
Seiring berlarinya waktu, *artinya waktu cepat berlalu* entah mengapa aku terpaut pada sesosok gadis yang bilang dibilang kriteria wanita yang aku sukai. Lain daripada wanita yang lain. Ha.. Hantu ? bukan...bukan hantu maksudnya. Dia lainlah pokoknya. Entah mengapa saat itu aku jadi sering memperhatikannya di sela-sela waktu yang bisa kucuri. Udah bisa ketebak kali ya, mungkin ini yang dinamakan jatuh cinta. *cieeeeee....
Saat itu dia tidak mengetahui bahwa diriku menyukainya. Dia termasuk orang yang penasaran dengan urusan orang lain apalagi soal cinta pada waktu itu. Terdengar desas-desus bahwa aku menyukai seseorang. Ha...seorang seperti dirimu jatuh cinta ? Aku tak tahu darimana desas-desus itu tercemar bagaikan CO2 yang mencemari udara. Aku lupa. Saat itu dia sepertinya "memaksa" ku untuk membeberkan orang yang kusukai. Tapi sebenarnya tanpa dicari pun sudah ketahuan. Kau yang ada di pikiranku selama ini. Tapi aku mencoba tuk tak memberitahunya secepat kilat. Aku memberinya sebuah teka-teki siapa wanita yang kusukai. So, dia terus mencoba menebak 99 x.
Aku lupa bagaimana dia bisa tahu bahwa aku menyukainya. Ya akhirnya dia tahu. Tapi cinta yang datang itu hanya bertepuk sebelah tangan. Dia sudah ada yang punya. Terlebih lagi, dia sudah di "KHITBAH". Semenjak itu, aku berniat untuk tidak mengusik kehidupannya. Perlahan tapi pasti, aku mencoba menjauhkan diri dari kehidupannya. Nyerah ? bisa dikatakan begitu. *Tapi kan cinta harus diperjuangkan ? Kenapa kau tidak memperjuangkannya ? Janur kuning kan belum tegak ?*
Hey, ketika seorang wanita sudah dikhitbah haram bagi lelaki lain masuk meminang. *Kalo salah tolong ingatkan ya masalah khitbah*. Itu yang aku tahu. So, buat apa lagi diperjuangkan. Toh dia sudah fokus dengan PENGKHITBAH nya. Memang beginilah drama percintaan itu. Ada-ada aja masalahnya. *Klo si pengkhitbah itu membatalkan untuk menikahinya gimana bro ?* Kalo memang itu yang terjadi nantinya, aku tak tahu pasti apakah aku akan mencarinya kembali. Untuk jawaban pertanyaan itu, aku masih memikirkannya. Tapi kasihanlah dia karena tak jadi menikah. Mendingan dia nantinya bersama orang yang mengkhitbah dia. Aku ikhlas.
Wassalamu'alaikum
Baslan Syahputra
S.a.H
Kamis, 01 Mei 2014
Memang Tak Mudah
Memang tak mudah untuk memulai semangat ini kembali...
setelah lama kau tak lagi hadir di sisi ku...
membentangkan semangat baru ke permadani kalbuku...
yang lama terdiam dalam keriputnya sang waktu...
Memang tak mudah untuk melupakan sejenak masa lalu...
masa yang terindah yang pernah daku dayung di air kehidupan ini ...
menyusuri lekuk lekuk sungai kehidupan yang penuh dengan mata air yang membias diri..
menutup pori pori desah nafas ku yang makin melemah....
Entah sudah berapa langkah yang ku ayunkan...ke arah mu...
untuk menemui mu...dalam kerinduan yang tersekat rasa...
membuka cakrawala baru dalam mata air kehidupan ku...
yang lama tak tersetuh oleh derai tawa canda mu yang menggelorakan jiwa ku...
Sudah ku coba untuk sejenak melupakan masa lalu ku...
namun...tak semudah daku membalikkan telapak tangan ini...
semakin ku coba....justru..semakin nampak dirimu di depan pelupuk mata ku...
menatapku...dan tersenyum mesra ...ke pada ku....
dengan kerlap kerlip bola mata mu yang indah...menyegarkan hatiku...
Adyaksantoro
S.a.H
Lambaian Tanganmu
Lambaian tanganmu...telah mengguncangkan hati ku...
karena ...kita kan berjauhan ...dan tak lagi bisa bersama...
seperti hari hari kemarin...yang penuh dengan gelak canda dan tawa...
penuh dengan kenangan manis...bersama mu...kita berdua...
Ku pergi dari mu...meski untuk sementara waktu...
kenanglah dariku yang engkau sukai...
jangan kenang tentang perpisahan sementara ini...
karena ...kita kan berjauhan ...dan tak lagi bisa bersama...
seperti hari hari kemarin...yang penuh dengan gelak canda dan tawa...
penuh dengan kenangan manis...bersama mu...kita berdua...
Ku pergi dari mu...meski untuk sementara waktu...
kenanglah dariku yang engkau sukai...
jangan kenang tentang perpisahan sementara ini...
karena itu kan membuatmu ...bersedih hati...
Engkau tatap diriku dengan wajah sendu...
penuh desah air mata dan keluh kesahmu...
namun...itu tak menyurutkan niat baik ku..
untuk pergi sementara dari sisimu.. yang ku cinta...
Doakanlah daku...agar daku dapat meraih apa yang ku damba selama ini...
sesuatu yang terindah dan terbaik buat kita bersama...
buat kita berdua...
Engkau tatap diriku dengan wajah sendu...
penuh desah air mata dan keluh kesahmu...
namun...itu tak menyurutkan niat baik ku..
untuk pergi sementara dari sisimu.. yang ku cinta...
Doakanlah daku...agar daku dapat meraih apa yang ku damba selama ini...
sesuatu yang terindah dan terbaik buat kita bersama...
buat kita berdua...
dan masa depan kita...
Untuk sementara waktu...isilah hari hari mu dengan kesibukan diri..
Untuk sementara waktu...isilah hari hari mu dengan kesibukan diri..
jangan melamun dan bersedih hati..
karena...kesedihan mu...juga duka lara ku...
maka...selalu lah ceria hati...demi kelancaran cita cita ku...
yang telah menumpuk di hati...ku yang selalu ingin membahagiakan dirimu...
juga masa depan kita bersama...., kasih...ku...yang tercinta...
Adyaksantoro
S.a.H
Minggu, 27 April 2014
TATA CARA PERNIKAHAN DALAM ISLAM
Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tata cara pernikahan berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shahih sesuai dengan pemahaman para Salafush Shalih, di antaranya adalah:
1. Khitbah (Peminangan)
Seorang laki-laki muslim yang akan menikahi seorang muslimah, hendaklah ia meminang terlebih dahulu karena dimungkinkan ia sedang dipinang oleh orang lain. Dalam hal ini Islam melarang seorang laki-laki muslim meminang wanita yang sedang dipinang oleh orang lain. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَبِيْعَ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَلاَ يَخْطُبَ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيْهِ، حَتَّى يَتْرُكَ الْخَاطِبُ قَبْلَهُ أَوْ يَأْذَنَ لَهُ الْخَاطِبُ.
“Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang membeli barang yang sedang ditawar (untuk dibeli) oleh saudaranya, dan melarang seseorang meminang wanita yang telah dipinang sampai orang yang meminangnya itu meninggalkannya atau mengizinkannya.” [1]
Disunnahkan melihat wajah wanita yang akan dipinang dan boleh melihat apa-apa yang dapat mendorongnya untuk menikahi wanita itu.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا خَطَبَ أَحَدُكُمُ الْمَرْأَةَ، فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَنْظُرَ مِنْهَا إِلَى مَا يَدْعُوْهُ إِلَى نِكَاحِهَا، فَلْيَفْعَلْ
“Apabila seseorang di antara kalian ingin meminang seorang wanita, jika ia bisa melihat apa-apa yang dapat mendorongnya untuk menikahinya maka lakukanlah!” [2]
Al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallaahu ‘anhu pernah meminang seorang wanita, maka Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya:
أُنْظُرْ إِلَيْهَا، فَإِنَّهُ أَحْرَى أَنْ يُؤْدَمَ بَيْنَكُمَا
“Lihatlah wanita tersebut, sebab hal itu lebih patut untuk melanggengkan (cinta kasih) antara kalian berdua.” [3]
Imam at-Tirmidzi rahimahullaah berkata, “Sebagian ahli ilmu berpendapat dengan hadits ini bahwa menurut mereka tidak mengapa melihat wanita yang dipinang selagi tidak melihat apa yang diharamkan darinya.”
Tentang melihat wanita yang dipinang, telah terjadi ikhtilaf di kalangan para ulama, ikhtilafnya berkaitan tentang bagian mana saja yang boleh dilihat. Ada yang berpendapat boleh melihat selain muka dan kedua telapak tangan, yaitu melihat rambut, betis dan lainnya, berdasarkan sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, “Melihat apa yang mendorongnya untuk menikahinya.” Akan tetapi yang disepakati oleh para ulama adalah melihat muka dan kedua tangannya. Wallaahu a’lam. [4]
Ketika Laki-Laki Shalih Datang Untuk Meminang
Apabila seorang laki-laki yang shalih dianjurkan untuk mencari wanita muslimah ideal -sebagaimana yang telah kami sebutkan- maka demikian pula dengan wali kaum wanita. Wali wanita pun berkewajiban mencari laki-laki shalih yang akan dinikahkan dengan anaknya. Dari Abu Hatim al-Muzani radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا جَاءَكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِيْنَهُ وَخُلُقَهُ فَانْكِحُوْهُ، إِلاَّ تَفْعَلُوْا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي اْلأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيْرٌ.
“Jika datang kepada kalian seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan anak kalian). Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar.’” [5]
Boleh juga seorang wali menawarkan puteri atau saudara perempuannya kepada orang-orang yang shalih.
Sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Bahwasanya tatkala Hafshah binti ‘Umar ditinggal mati oleh suaminya yang bernama Khunais bin Hudzafah as-Sahmi, ia adalah salah seorang Shahabat Nabi yang meninggal di Madinah. ‘Umar bin al-Khaththab berkata, ‘Aku mendatangi ‘Utsman bin ‘Affan untuk menawarkan Hafshah, maka ia berkata, ‘Akan aku pertimbangkan dahulu.’ Setelah beberapa hari kemudian ‘Utsman mendatangiku dan berkata, ‘Aku telah memutuskan untuk tidak menikah saat ini.’’ ‘Umar melanjutkan, ‘Kemudian aku menemui Abu Bakar ash-Shiddiq dan berkata, ‘Jika engkau mau, aku akan nikahkan Hafshah binti ‘Umar denganmu.’ Akan tetapi Abu Bakar diam dan tidak berkomentar apa pun. Saat itu aku lebih kecewa terhadap Abu Bakar daripada kepada ‘Utsman.
Maka berlalulah beberapa hari hingga Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam meminangnya. Maka, aku nikahkan puteriku dengan Rasulullah. Kemudian Abu Bakar menemuiku dan berkata, ‘Apakah engkau marah kepadaku tatkala engkau menawarkan Hafshah, akan tetapi aku tidak berkomentar apa pun?’ ‘Umar men-jawab, ‘Ya.’ Abu Bakar berkata, ‘Sesungguhnya tidak ada sesuatu yang menghalangiku untuk menerima tawaranmu, kecuali aku mengetahui bahwa Rasulullah telah menyebut-nyebutnya (Hafshah). Aku tidak ingin menyebarkan rahasia Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Jika beliau meninggalkannya, niscaya aku akan menerima tawaranmu.’” [6]
Shalat Istikharah
Apabila seorang laki-laki telah nazhar (melihat) wanita yang dipinang serta wanita pun sudah melihat laki-laki yang meminangnya dan tekad telah bulat untuk menikah, maka hendaklah masing-masing dari keduanya untuk melakukan shalat istikharah dan berdo’a seusai shalat. Yaitu memohon kepada Allah agar memberi taufiq dan kecocokan, serta memohon kepada-Nya agar diberikan pilihan yang baik baginya. [7] Hal ini berdasarkan hadits dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengajari kami shalat Istikharah untuk memutuskan segala sesuatu sebagaimana mengajari surat Al-Qur'an.” Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang di antara kalian mempunyai rencana untuk mengerjakan sesuatu, hendaknya melakukan shalat sunnah (Istikharah) dua raka’at, kemudian membaca do’a:
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ (وَيُسَمِّى حَاجَتَهُ) خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ (أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ) فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ (أَوْ قَالَ: فِيْ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ) فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ
“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu-Mu dan aku memohon kekuatan kepada-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan ke-Mahakuasaan-Mu. Aku mohon kepada-Mu sesuatu dari anugerah-Mu yang Mahaagung, sungguh Engkau Mahakuasa sedang aku tidak kuasa, Engkau Maha Mengetahui sedang aku tidak mengetahui dan Engkaulah yang Maha Mengetahui yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebut persoalannya) lebih baik dalam agamaku, penghidupanku, dan akibatnya terhadap diriku (atau Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘..di dunia atau akhirat) takdirkan (tetapkan)lah untukku, mudahkanlah jalannya, kemudian berilah berkah atasnya. Akan tetapi, apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini membawa keburukan bagiku dalam agamaku, penghidupanku, dan akibatnya kepada diriku (atau Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘...di dunia atau akhirat’) maka singkirkanlah persoalan tersebut, dan jauhkanlah aku darinya, dan takdirkan (tetapkan)lah kebaikan untukku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berikanlah keridhaan-Mu kepadaku.’” [8]
Dari Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, “Tatkala masa ‘iddah Zainab binti Jahsy sudah selesai, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Zaid, ‘Sampaikanlah kepadanya bahwa aku akan meminangnya.’ Zaid berkata, ‘Lalu aku pergi mendatangi Zainab lalu aku berkata, ‘Wahai Zainab, bergembiralah karena Rasulullah mengutusku bahwa beliau akan meminangmu.’’ Zainab berkata, ‘Aku tidak akan melakukan sesuatu hingga aku meminta pilihan yang baik kepada Allah.’ Lalu Zainab pergi ke masjidnya. [9] Lalu turunlah ayat Al-Qur'an [10] dan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam datang dan langsung masuk menemuinya.” [11]
Imam an-Nasa’i rahimahullaah memberikan bab terhadap hadits ini dengan judul Shalaatul Marhidza Khuthibat wastikhaaratuha Rabbaha (Seorang Wanita Shalat Istikharah ketika Dipinang).”
Fawaaid (Faedah-Faedah) Yang Berkaitan Dengan Istikharah:
1. Shalat Istikharah hukumnya sunnah.
2. Do’a Istikharah dapat dilakukan setelah shalat Tahiyyatul Masjid, shalat sunnah Rawatib, shalat Dhuha, atau shalat malam.
3. Shalat Istikharah dilakukan untuk meminta ditetapkannya pilihan kepada calon yang baik, bukan untuk memutuskan jadi atau tidaknya menikah. Karena, asal dari pernikahan adalah dianjurkan.
4. Hendaknya ikhlas dan ittiba’ dalam berdo’a Istikharah.
5. Tidak ada hadits yang shahih jika sudah shalat Istikharah akan ada mimpi, dan lainnya. [12]
[Disalin dari buku Bingkisan Istimewa Menuju Keluarga Sakinah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa Bogor - Jawa Barat, Cet Ke II Dzul Qa'dah 1427H/Desember 2006]
_______
Footnote
[1]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 5142) dan Muslim (no. 1412), dari Shahabat Ibnu ‘Umar radhiyallaahu ‘anhuma. Lafazh ini milik al-Bukhari.
[2]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (III/334, 360), Abu Dawud (no. 2082) dan al-Hakim (II/165), dari Shahabat Jabir bin ‘Abdillah radhiyallaahu ‘anhuma.
[3]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 1087), an-Nasa-i (VI/69-70), ad-Darimi (II/134) dan lainnya. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani rahimahullaah dalam Shahiih Sunan Ibni Majah (no. 1511).
[4]. Lihat pembahasan masalah ini dalam Syarhus Sunnah (IX/17) oleh Imam al-Baghawi, Syarh Muslim (IX/210) oleh Imam an-Nawawi, Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (I/97-208, no. 95-98) oleh Syaikh al-Albani, al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah al-Muyassarah (V/34-36) oleh Syaikh Husain bin ‘Audah al-‘Awayisyah dan Fiqhun Nazhar (hal. 82-89).
[5]. Hadits hasan lighairihi: Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 1085). Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 1022).
[6]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 5122) dan an-Nasa-i (VI/77-78). Lihat Shahiih Sunan an-Nasa-i (no. 3047).
[7]. Al-Insyiraah fii Aadabin Nikaah (hal. 22-23) oleh Syaikh Abu Ishaq al-Khuwaini, Jaami’ Ahkaamin Nisaa'(III/216) oleh Musthafa al-‘Adawi dan Adabul Khithbah waz Zifaaf fis Sunnah al-Muthahharah (hal. 21-22) oleh ‘Amr ‘Abdul Mun’im Salim.
[8]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 1162), Abu Dawud (no. 1538), at-Tirmidzi (no. 480), an-Nasa-i (VI/80), Ibnu Majah (no. 1383), Ahmad (III/334), al-Baihaqi (III/52) dari Shahabat Jabir bin ‘Abdillah radhiyallaahu ‘anhuma.
[9]. Yaitu mushalla tempat shalat di rumahnya.
[10]. Yaitu surat al-Ahzaab ayat 37. Allah telah menikahkan Nabi shallal-laahu ‘alaihi wa sallam dengan Zainab binti Jahsyi melalui ayat ini.
[11]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 1428 (89)), an-Nasa-i (VI/79), dari Shahabat Anas radhiyallaahu ‘anhu.
[12]. Jaami’ Ahkaamin Nisaa' (III/218-222).
Langganan:
Postingan (Atom)